Posted by: steromfel on: December 1, 2011
Hari ini hari yang cerah, ngak banyak kerjaan, tapi todo list cukup menumpuk. Hampir mencapai titik kekhaewatiran neh. Haha…
Siang tadi saya di contact oleh kakak sepupu saya dan kita janji ketemuan di warung kopi. Agak bingung juga ngumpul di warung kopi. Soalnya sya ngak gitu suka nongkrong di warung kopi she. Kesan nya banyak asap rokok dan kurang produktif.
Tapi untuk kali ini saya mengalah deh. Ketemuan di warung kopi. Secara sudah lama juga ngak ketemu dengan kakak sepupu saya yang 1 ini.
Setibanya saya di warung kopi, saya bingung juga mau pesan apa ya. Itu yang terlintas pertama kali di pikiran sayu. Namanya ke warung kopi ya pesan kopi lah ya. Apa lagi yang istimewa kalau bukan kopinya. Tapi saya ngak mau minum kopi hitam. Takut deg-degan gimana gitu. Haha… Pasti anda paham lah, kopi kan mengandung kafein yang bisa membantu memacu detak jantung. Buat sebagian orang mungkin akan memberikan effect segar, tahan terhadap kantuk dan segala effect-effect lain yang di rasa bermanfaat. Sayangnya tidak semua peminum kopi dapat mendapatkan manfaat yang sama dari kopi yang di konsumsi walaupun jumlah kopinya nya sama.
Ada sebagian effect lain yang dirasakan saat mengkonsumsi kopi seperti gelisah dan deg-degan. Saya termasuk yang mengalami deg-degan. Istilah scientific nya itu adalah detak jantung yang lebih cepat dan lebih kuat.
Karena mengetahui effect tersebut maka saya tidak memilih untuk memesan kopi hitam. Yang lebi santai aja, jadinya saya pesan kopi susu.
Pengamatan saya, banyak juga lho pelanggan-pelanggan di warung kopi ini yang memesan kopi susu. Hal ini bisa di lihat dari cangkir-cangkir kopi kosong yang tertinggal di meja. Cangkir yang lebih tinggi dari cangkir berpegangan dan tidak meninggalkan residu hitam, melainkan putih ke cokaltan muda.
Begitu banyak yang memesan kopi susu, tentunya pelayanan juga harus cepat. Million Dollars questions nya itu adalah Bagaimana bisa melayani kopi susu yang demand nya begitu tinggi dengan cepat.
Jawabannya, menurut analisa dan observasi di warung kopi tadi, adalah dengan menyiapkan kopi dan susu secara terpisah dan kemudian disatukan. Kedengaran nya sederhana namun ada beberapa langkah yang harus di persiapkan.
Langkap pertama yang harus di siapkan pemilik warung kopi adalah kopi seduh siap minum. Tentunya jenis kopi ini berbeda dengan kopi hitam yang biasa di pesan. Kopi hitam umumnya adalah kopi bubuk yang dituangkan dalam cangkir kopi, di seduh dengan air panas kemudian di sajikan. Nah kopi untuk menu kopi susu ini adalah kopi yang sudah di seduh dan disimpan dalam 1 teko sendiri. Teko ini dipanaskan terus supaya para penikmat kopi bisa menikmati kopi panas terus. Setelah kopi siap tuang ini langkah selanjutnya adalah menyiapkan susu nya.
Langkah kedua adalah mempersiapkan susu. Susu yang digunakan bukan susu buku, melainkan susu kental manis. Pada warung kopi yang saya kunjungi ini mereka menggunakan susu kental manis yang kadar cream nya tinggi. Berbeda dengan susu kental manis pada umumnya susu kental manis dengan kadar cream yang tinggi memiliki kelemahan yaitu lebih cepat mengental dan sulit untuk di pindahkan ke cangkir. Nah untungnya saya sempat menyaksikan bagaimana “barista” warung kopi mempersiapkan susu kental manis di setiap gelasnya.
Process yang barista lakukan adalah dengan membuka semua tutup kaleng susu kental manis dan menuangkannya sedikit demi sediki ke dalam cangkir. Pada process ini barista di bantu sebuah sendok kecil untuk menghentikan arus tuangan susu kental manis kedalam cangkir kopi. Cukup lama lho processnya. Untuk 1 cangkir kira2 5-10 detik. Sebenarnya bisa saja susu kental manis ini di sendokan ke tiap gelas, namun jumlah tiap gelas tidak akan sama. Barista menuangkan susu kental manis tidak hanya pada 1 cangkir ataupun cangkir yang sudah di pesan. Ia menuangkan ke banyak cangkir kopi. Karena cangkir kopinya banyak dan sama maka cangkir-cangkir tersebut dapat di tumpuk ke atas. Saya sangat kagum dengan bagaimana barista itu bekerja. Dengan sangat telaten dan cekatan, ia memindahkan susu kental manis ke begitu banyak cangkir dan hebatnya jumlah susu yang masuk ke dalam cangkir 1 dan lainnya sama. Sungguh hebat.
Kedua langkah persiapan sudah di selesaikan. Begitu para peramu saji mengumpulkan order dari pelanggan, barista-barista lainya siap menuangkan kopi siap tuang kemasing2 cangkir kopi yang sudah di isi susu kental manis tadi.
Dalam process penyajian kopi susu ini ada sebuah process dimana cangkir kopi yang sudah berisikan susu kental manis di masukan kedalam sebuah bejana yang berisikan air panas, setelah di masukan beberapa saat barulah diseduh dengan air kopi tadi. Saya tidak begitu memahami kenapa hal ini di lakukan dan sungguh sayang sekali karena saya belum berkesempatan menanyakan maksud dan tujuan perendaman ini. Mungkin suatu saat, saat anda berkesempatan mencicipi kopi susu ini, anda dapat menanyakan langsung kepada para pelayan warung kopi.
Dapat menikmati segelas kopi susu di sore hari selepas bekerja sambil bersosialisasi bersama rekan, teman ataupun saudara sangatlah menyenangkan. Kopi susu tidak hanya sebagai minuman yang disajikan begitus saja, kopi dan susu, namun process persiapan yang sungguh telaten dan cekatan ini lah yang sangat menarik. Hal ini tentunya juga mendukung kelancaran usaha warung kopi dimana para pencinta kopi yang datang silih berganti memesan kopi dan mengharapkan kopi yang cepat tersedia begitu mereka duduk dan memesan. Semua itu dilakukan untuk menyenangkan para penyuka kopi. Hanya satu kata yang bisa saya sampaikan untuk kopi susu yang saya nikmati kali ini: IMPRESIVE!!!
Semoga anda menyukai apa yang anda baca. Apa bila ada saran, kritik, ataupun komentar dapat anda postkan di bawah ini.
Atas kesediaan anda membaca saya ucapkan banyak terima kasih.
Recent Comments